Thursday, March 27, 2008

Kala Waria Jadi "Cabin Announcement Airlines".

Ledis en jentelmen, bekudis tempel semen, sesuai peraturan penerbangan, jadi eike mawar kasi liat cara pake itu sabuk yang ada di pinggang yey, baju buat mengapung-apung, dan masker oksigen dikala napas sesek.

Biar yey nantinya bisa selamet, coba sini diliat dulu cara pasang itu sabuk yang melilit di pinggang yey, cara ngunci biar gak gampang lepas, ngencengin, dan ngelepasinnya.

Baju ngapung ada di bawah kursi yang yey dudukin, jangan dipake kecuali nanti mas kapiten ngajak berenang bareng. Eit..jangan lupa, itu barang jangan yey pindah-pindahin yaa, apalagi dibawa pulang buat pajangan salon. Yang ketauan sama eike, bakalan ditabok kanan kiri atas bawah depan belakang deh ih...

Cara make'nya, itu baju dikalungin di leher yey, ati ati kekencengan tar gak bisa napas. Makanya kudu ati-ati deh yah.

Biar bisa ngapung, yey tarik itu pencetan warna merah delima, atau yey tiup itu pipa nya. Kalo nanti keluar lewat jendela darurat, itu baju apung dikembangin pas di luar aja deh, nanti mampet di jendela karena gak muat.

Aihh.. ampe kritiing tangan eike narikin pencetannya keras amirr...gimana sih nih...

Eh, asal yey semua pada tau ya, ini pesawat ada dua pintu darurat di depan, ada dua di belakang, dan ada dua lagi jendela darurat di tengah-tengah. Jadi keluarnya jangan rebutan ya.

Kalo nanti tiba-tiba napas sesek dan bukan karena sabuk yang di pinggang kekencengan bukan pula karena salah masang pelampung, masker oksigen bakalan nongol dari atas kepala yey, tarik aje dah trus napas kayak biasa.

Kalo ada anak kecil, yey yey yang ude tuwir mesti nolongin anaknya dulu baru yey pake sendiri.

Kartu gambar biar selamet ada di kantong kursi di depan yey duduk, silakan dibaca dan dihayati dengan seksama yaaah. Endang sukamti cintya lamusu, terimakasi God blesss...yuuu... mariii.



“NEWS”

* Pingin dapat duit tiap kali blog/site anda dikunjungi/dibaca orang?!, Silahkan Download di sini
Untuk Info lebih lanjut silahkan Lihat disini

* Pengen dapet duit cuman modal nge-klik (GET PAID EVERY 30 SECOND)?!, Silahkan Download disini
Untuk info lebih lanjut silahkan Lihat di sini

Baca Selengkapnya......

Seberapa Kaya Ya "Bill Gates" itu?!!...

Fakta-fakta dari seorang "Bill Gates":

1. Bill Gates menghasilkan US$250 setiap detiknya, itu sekitar US$20 juta sehari dan US$7,8 milyar setahun!.

2. Jika dia menjatuhkan US$1.000, dia bahkan tidak perlu repot-repot lagi untuk mengambilnya kembali karena sama dengan waktu 4 detik untuk mengambil, dia sudah memperoleh penghasilan dalam jumlah yang sama.

3. Utang nasional Amerika sekitar US$5,62 trilyun, jika Bill Gates akan membayar sendiri utang itu, dia akan melunasinya dalam waktu kurang dari 10 tahun.

4. Dia dapat menyumbangkan US$15 kepada semua orang di dunia tapi tetap dapat menyisakan US$5 juta sebagai uang sakunya.

5. Michael Jordan adalah atlit yang dibayar paling mahal di Amerika. Jika dia tidak makan dan minum dan tetap membiarkan penghasilannya utuh dalam setahun sejumlah US$30 juta, dia tetap harus menunggu sampai 277 tahun agar bisa sekaya Bill Gates sekarang.

6. Jika Bill Gates adalah sebuah negara, dia akan menjadi negara terkaya sedunia nomor ke 37 atau jadi perusahaan Amerika terbesar nomor 13, bahkan melebihi IBM.

7. Jika semua uang Bill Gates ditukarkan ke dalam pecahan US$1, kita dapat menyusunnya menjadi jalan dari bumi ke bulan, 14 kali bolak balik. Tapi jalan itu harus dibuat non stop selama 1.400 tahun dan menggunakan total 713 buah pesawat Boeing 747 untuk mengangkut semua uang itu.

8. Bill Gates sekarang berumur 40 tahun. Jika kita mengasumsikan dia dapat hidup 35 tahun lagi maka dia harus membelanjakan US$6,78 juta per hari untuk menghabiskan semua uangnya sebelum dia pergi ke surga.

9. Tapi! Jika pemakai Microsoft Windows dapat mengklaim US$1 untuk setiap kali komputernya hang karena Microsoft Windows, Bill Gates akan segera bangkrut dalam waktu 3 tahun!.



“NEWS”

* Pingin dapat duit tiap kali blog/site anda dikunjungi/dibaca orang?!, Silahkan Download di sini
Untuk Info lebih lanjut silahkan Lihat disini

* Pengen dapet duit cuman modal nge-klik (GET PAID EVERY 30 SECOND)?!, Silahkan Download disini
Untuk info lebih lanjut silahkan Lihat di sini

Baca Selengkapnya......

Wednesday, March 19, 2008

Korupsi Oh Korupsi, Lagi-lagi Korupsi...

Yoedhistira’s Site, Jakarta : Guys mungkin kita tidak lagi terkejut ketika membaca berita utama media beberapa pekan terakhir tentang penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan tuduhan menerima suap sebesar US$660 ribu. Urip adalah Ketua Tim Jaksa Pemeriksa Kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang menangani kasus Syamsul Nursalim, terkait Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Sehingga sudah bisa diduga, uang suap senilai Rp6,1 miliar itu, menurut KPK, ada kaitannya dengan kasus BLBI yang pernah ditangani Urip. Sementara, menurut pengakuan Urip, uang tersebut merupakan hasil jual beli permata, dan tak ada kaitan sama sekali dengan kasus BLBI yang ditanganinya.

Jaksa Agung pun berang, karena ia sudah sering mengingatkan para jaksa yang menangani kasus BLBI, agar tidak main-main atau mencari keuntungan dari penanganan kasus tersebut. Di sisi lain, pekan lalu, Kejaksaan Agung mengumumkan penghentian penyelidikan perkara korupsi BLBI, yang membuat kalangan DPR marah dan berniat "ngebut” dalam soal interpelasi serta menggulirkan hak angket. Wacana tentang peninjauan kembali penghentian penyelidikan perkara korupsi BLBI pun semakin mengemuka. Namun ujungnya, masih belum dapat kita duga.

Mengapa kita tidak terkejut membaca berita ini? Karena berita tentang terungkapnya kasus-kasus korupsi, sama banyaknya dengan berita tentang kenaikan harga komoditas migas maupun nonmigas yang tak kunjung tertanggulangi. Sama banyaknya dengan berita mengenai bencana alam yang masih terus terjadi, dan bencana akibat ulah manusia yang membuat negeri ini semakin semrawut. Berita tentang korupsi, menjadi “makanan” kita sehari-hari, seperti juga praktik korupsi itu sendiri, yang sadar ataupun tidak, kita alami setiap hari.

Praktek korupsi sudah dirasakan masyarakat sejak mereka mengurus Akte Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), pembuatan paspor, mengurus administrasi pernikahan, bahkan hingga urusan pemakaman. Dengan kata lain, praktik korupsi di negeri ini sudah melilit warga negara, mulai dari buaian hingga ke liang lahat. Meski sudah ada ketentuan yang mengatur semua urusan, masyarakat telah terbiasa membayar lebih berbagai jasa pelayanan, agar segala urusan segera terselesaikan, dan (kalau yang ini mungkin tidak disadari banyak orang) semakin menyuburkan praktik korupsi.

Jadi jangan marah jika ada lembaga asing menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terkorup. Juga jangan marah, bila ada yang mengatakan bahwa praktik korupsi sudah lama menjadi budaya di negeri ini. Betapa tidak, yang namanya korupsi sudah merajalela sejak nusantara masih terpecah-pecah dalam berbagai kerajaan. Keharusan membayar upeti mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kerajaan, sudah menjadi hal yang lumrah. Lalu berlanjut hingga zaman penjajahan, dan terus diwariskan secara turun-temurun sejak awal zaman kemerdekaan hingga kini.

Karena itu, korupsi bukan hanya persoalan hukum semata, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama. Walhasil, jika ada pertanyaan: siapa yang paling bertanggung jawab atas semakin membudayanya korupsi di negeri ini? Jawabannya: semua warga negara Indonesia, semua lembaga, termasuk lembaga keagamaan. Bagaimana mengatasinya? Ada yang mengusulkan agar dilakukan dekonstruksi sosial dan reformasi kebudayaan. Tetapi siapa yang akan memulainya, dan siapa yang akan mengawasi kelangsungannya? Ada juga yang mengusulkan agar dilakukan Tobat Nasional. Tetapi kalau Tobat Nasional hanya dilakukan secara seremonial dan tidak menyentuh lubuk hati setiap individu masyarakat, tentu tak ada manfaatnya.



“NEWS”

* Pingin dapat duit tiap kali blog/site anda dikunjungi/dibaca orang?!, Silahkan Download di sini
Untuk Info lebih lanjut silahkan Lihat disini

* Pengen dapet duit cuman modal nge-klik (GET PAID EVERY 30 SECOND)?!, Silahkan Download disini
Untuk info lebih lanjut silahkan Lihat di sini

Baca Selengkapnya......

Ketika "Adam Air" Berhenti Terbang

Yoedhistira’s Site, Jakarta : Seperti bus kota saja. Sudah armadanya tidak mulus, interiornya kumuh, jadwalnya kacau, dan kalau jalan sering membuat penumpang dagdigdug–sontak bisa saja ia menghilang. Inilah yang terjadi pada maskapai penerbangan Adam Air. Maskapai yang satu pesawatnya pernah hilang berikut seluruh awak dan penumpangnya di Selat Makassar itu menghentikan operasinya. Calon penumpang yang terlanjur membeli tiket diminta menukarkannya pada agen, sedang deposit agen dijanjikan akan segera dikembalikan.

Apakah masalahnya lantas selesai? Kalau ini ditanyakan pada pengelola maskapai itu, dan pemerintah, pasti jawabnya positif. Soal Anda sebagai individu telah dirugikan baik moril maupun materiil, itu dianggap sebagai persoalan Anda pribadi. Karena persoalan pribadi, selesaikan secara pribadi. Pemerintah sebagai perpanjangan tangan negara tidak akan campur.

Maka, kini Anda dihadapkan dan dipertarungkan dengan sebuah korporasi besar. Misalnya, Anda calon penumpang Adam Air, karena pembatalan penerbangan, bisnis Anda berantakan dan membuat Anda rugi luar biasa besar. Atau, karena pembatalan penerbangan, Anda kehilangan sebuah momen di tempat yang hendak Anda datangi dan kehilangan itu tak ternilai dengan uang sebesar apa pun. Tuntut saja secara pribadi, negara tidak akan ikut di dalamnya.

Kenapa enak berusaha dan menjadi pengusaha di Indonesia, karena selama ini hal-ihwal yang berkaitan dengan kepentingan publik bisa direduksi menjadi persoalan privat. Seorang individu warga negara tiba-tiba merasa sangat tidak berdaya. Ia harus berhadapan dengan sebuah institusi besar, sebuah korporasi besar.

Inilah yang terjadi dengan persoalan lumpur Lapindo yang sudah berjalan lebih setahun dan tak juga kunjung selesai. Ini juga yang terjadi, misalnya, ketika Anda menggunakan jalan tol yang dikelola swasta. Atau, Anda mengkonsumsi makanan yang menimbulkan penyakit yang diproduksi oleh korporasi besar. Atau, Anda dipermainkan oleh perusahaan besar penerbit kartu kredit. Atau, atau lainnya.

Tidak pernah ada dalam sejarah seorang individu menang melawan korporasi. Dengan segala sumberdaya yang dimilikinya, korporasi melihat seorang individu bukan siapa-siapa. Dalam praktik hukum sekarang ada mekanisme untuk individu untuk melawan institusi atau korporasi. Inilah yang disebut gugatan class action. Tapi, dari banyak kasus, lebih sering kita mendengar terkaparnya warga di hadapan korporasi besar.

Saatnya kita kembali memikirkan dan meletakkan posisi negara secara benar berhadapan dengan pasar. Koporasi sebagai pelaku utama dalam pasar hanya mungkin bisa dilawan atau dihadapi oleh pemerintah sebagai representasi negara. Posisi korporasi mestinya, dan memang, tidak sama dengan negara. Korporasi ada di bawah negara, karena itu ia harus diatur, diawasi, dan dikendalikan.

Gagal negara atau lemahnya negara – tidak hanya pada kita – kini melanda banyak sudut dunia. Korporasi, kata David C. Kerton, telah menggantikan pemerintah. Sekarang kita hidup dalam sebuah pasar yang pemerintahnya adalah korporasi. Korporasi mengatur sejak pemilihan dan perekrutan sampai ketika aparat negara melaksanakan pekerjaannya.

Jadi, tak aneh kalau kita kerap melihat pemerintah sepertinya tidak berdaya ketika korporasi berusaha merugikan publik. Maskapai Adam Air hanya satu contoh. Contoh lain, dalam jumlah lebih banyak, akan kita lihat lagi di masa depan. Siap-siaplah berjuang sendiri!



“NEWS”

* Pingin dapat duit tiap kali blog/site anda dikunjungi/dibaca orang?!, Silahkan Download di sini
Untuk Info lebih lanjut silahkan Lihat disini

* Pengen dapet duit cuman modal nge-klik (GET PAID EVERY 30 SECOND)?!, Silahkan Download disini
Untuk info lebih lanjut silahkan Lihat di sini

Baca Selengkapnya......